Keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan aset penting bagi seorang santri. Menyadari hal tersebut, Pondok Pesantren Hisnulah terus mengistiqamahkan kegiatan Tadribul Khitobah sebagai wadah resmi bagi santri untuk mengasah bakat retorika dan mental dakwah mereka.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap malam Kamis, bertempat di aula utama pesantren. Program ini wajib diikuti oleh seluruh santri sebagai bagian dari kurikulum pengembangan diri.
Di Pesantren Hisnulah, kami percaya bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa disampaikan kembali kepada umat. Tadribul Khitobah menjadi jembatan antara pemahaman kitab kuning dengan kemampuan menyampaikan pesan secara lisan.
Beberapa poin inti dari kegiatan ini meliputi:
- Pematangan Mental: Menghilangkan rasa canggung dan takut di depan audiens sejak dini.
- Penguasaan Materi: Santri dilatih melakukan riset sederhana untuk menyusun materi pidato yang berlandaskan dalil yang kuat.
- Kecakapan Berbahasa: Latihan mencakup pidato dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris.
- Etika Mimbar: Melatih adab, postur tubuh, dan kesantunan saat berbicara di hadapan publik.
Acara dikemas secara profesional dengan sistem bergilir. Setiap minggunya, beberapa santri ditunjuk sebagai petugas, mulai dari pembawa acara (MC), pembaca ayat suci Al-Qur’an, hingga orator utama.
Melalui rutinitas malam Kamis ini, Hisnulah berharap dapat melahirkan lulusan yang mutafaqqih fiddin (paham agama) sekaligus komunikator yang handal.
“Lidah yang fasih menyampaikan kebenaran adalah salah satu kunci sukses dakwah di tengah masyarakat.”
